
Pelatihan SRB dan SAE
18 Mei 2026Kegiatan Literasi Ekologi merupakan salah satu program pelayanan anak di Kalimantan Barat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan untuk mencintai, menjaga, dan merawat alam sebagai anugerah Tuhan yang harus dilestarikan bagi generasi mendatang. Dengan memahami pentingnya keseimbangan ekosistem, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.
Bagi orang Kristen, kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, melainkan juga tanggung jawab teologis. Alkitab menegaskan bahwa alam semesta adalah ciptaan Allah yang baik, dan manusia diberi mandat untuk mengusahakan serta memeliharanya (Kej. 2:15). Karena itu, merawat lingkungan merupakan wujud ketaatan kepada Allah sekaligus ungkapan syukur atas anugerah-Nya. Sebaliknya, eksploitasi alam yang merusak keseimbangan ciptaan bertentangan dengan panggilan manusia sebagai penatalayan yang bertanggung jawab atas bumi yang dipercayakan Tuhan.
Salah satu persoalan lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah laju deforestasi akibat berbagai aktivitas pembangunan dan upaya penguatan ekonomi, terutama di wilayah Kalimantan dan Papua. Kehadiran industri pertambangan dan perkebunan kelapa sawit memang memberikan kontribusi bagi pendapatan masyarakat maupun pemerintah. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang kegiatan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Akibatnya, berbagai dampak ekologis mulai dirasakan: meningkatnya risiko banjir dan tanah longsor, berkurangnya cadangan air tanah, hilangnya habitat satwa liar, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat. Jika kondisi ini terus berlanjut, kerusakan yang terjadi tidak hanya mengancam keberlangsungan ekosistem, tetapi juga kehidupan manusia yang bergantung padanya.
Melalui Kegiatan Literasi Ekologi, diharapkan kesadaran anak-anak sebagai generasi penerus bangsa semakin bertumbuh untuk mencintai dan menjaga hutan serta lingkungan hidup. Mereka diajak memahami bahwa merawat alam bukan sekadar tindakan konservasi, melainkan juga bagian dari panggilan iman untuk menghormati Allah melalui pemeliharaan ciptaan-Nya. Dengan demikian, mereka dapat berperan aktif dalam mewujudkan masa depan bumi yang lebih lestari, sehat, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh ciptaan.






