
SIL di SDK Oikumene Watansoppeng Tahun 2026
1 Juli 2026Yayasan Pelayanan Reformed Indonesia (YPRI) mengadakan rangkaian pelayanan di Maruyo, Sulawesi Barat, pada 3-5 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Getsemani Maruyo ini mencakup pembinaan guru Sekolah Minggu, pelayanan anak Sekolah Minggu, seminar pelayanan gereja, seminar pengembangan masyarakat, serta Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).
Pembinaan Guru Sekolah Minggu
Dalam suasana sederhana, Pdt. Armin menyampaikan materi tentang Teologi Anak dan Gereja Ramah Anak kepada delapan guru Sekolah Minggu di Maruyo. Beliau menegaskan bahwa anak-anak merupakan bagian penuh dari tubuh Kristus dan berhak menerima pelayanan setara dengan orang dewasa. Gereja tidak boleh mendiskriminasi anak-anak, melainkan harus menyediakan ruang yang ramah, mendidik, dan penuh kasih. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperlengkapi para guru agar semakin peka dan setia dalam melayani generasi muda.
Pada sesi berikutnya, Pdt. Agus membawakan materi berjudul “Pentingnya Doa dalam Pelayanan Anak”. Para guru dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan simulasi mengajar dengan alat peraga. Setiap kelompok bergantian menyampaikan cerita firman Tuhan tentang tokoh Alkitab dan doa, dengan variasi metode seperti lagu dan gerakan maupun semi drama. Kegiatan ditutup dengan pembuatan alat peraga kreatif sebagai persiapan mengajar, sehingga para guru semakin terlatih secara praktis dan kreatif dalam pelayanan anak.



Pelayanan Anak
Masih di hari pertama, setelah jeda makan siang, kegiatan berlanjut dengan pelayanan anak. Pdt. Armin membuka sesi, kemudian Pdt. Agus memimpin dengan menayangkan video tentang Daniel di gua singa. Tayangan ini menjadi bagian dari tema doa yang sebelumnya dibahas dalam pelatihan guru Sekolah Minggu. Anak-anak kemudian diajak bermain melalui permainan interaktif seperti Puzzle Detektif dan Benar-Salah seputar tokoh Alkitab. Suasana semakin hidup ketika mereka berkreasi membuat pola tangan dan menuliskan nama orang-orang yang ingin didoakan di atas pola tersebut. Sebagai penutup, sekitar 40 anak menerima bingkisan dari YPRI serta susu UHT Bebelac yang disumbangkan oleh anak-anak Tuhan di Makassar. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai doa, kreativitas, dan kebersamaan dalam hati anak-anak.


Seminar Pelayanan Gereja
Pada hari kedua, rangkaian pelayanan dilanjutkan dengan Seminar Pelayanan Gereja. Sesi pertama dibawakan oleh Pdt. Armin dengan topik “Pelayanan dan Panggilan Penatua Diaken”. Dalam konteks GKII, jemaat setempat menggunakan istilah BPJ sebagai sebutan bagi pelayan jemaat. Dalam penyampaiannya, Pdt. Armin menekankan bukan hanya panggilan pelayanan, tetapi juga pentingnya sistem pemerintahan gereja yang teratur dan sesuai prinsip Alkitab, agar pelayanan berjalan baik dan jemaat bertumbuh sehat.
Sesi kedua dipimpin oleh Pdt. Agus yang membawakan materi “Yesus dan Pengajaran-Nya tentang Doa”, khususnya pembahasan Doa Bapa Kami dari Program Augustine. Jemaat diajak memahami kembali kedalaman doa yang diajarkan Yesus sebagai dasar kehidupan rohani dan relasi dengan Allah. Kedua sesi ditutup dengan tanya jawab dalam suasana diskusi hangat. Hampir seluruh warga jemaat hadir, termasuk para BPJ, sehingga seminar ini menjadi momen kebersamaan yang memperkuat pemahaman dan komitmen pelayanan di gereja.


Seminar Pengembangan Masyarakat
Setelah makan siang di hari kedua, suasana kembali hidup dengan seminar pengembangan masyarakat yang menyoroti bidang pertanian dan peternakan. Materi disampaikan oleh Sdr. Obed, seorang sarjana terapan pertanian sekaligus pelaku usaha peternakan di Polewali. Karena topik ini dekat dengan keseharian jemaat, diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Banyak pertanyaan muncul, mencerminkan pentingnya pertanian dan beternak sebagai tulang punggung kehidupan warga jemaat.
Sebagai penutup kegiatan hari kedua, tim YPRI mengadakan diskusi bersama warga jemaat mengenai rencana ke depan, khususnya terkait kebutuhan jemaat dalam pengembangan ekonomi. Percakapan ini membuka ruang bagi jemaat untuk menyampaikan aspirasi dan harapan, sehingga pelayanan tidak hanya menyentuh aspek rohani, tetapi juga mendukung kesejahteraan kehidupan sehari-hari.



Ibadah Minggu dan KKR
Hari ketiga bertepatan dengan hari Minggu, tim YPRI kembali melayani sesuai permintaan gembala jemaat. Pdt. Agus dipercayakan untuk mengajar anak-anak Sekolah Minggu sekaligus memimpin ibadah Minggu dengan khotbah bertema “Bekerja adalah Ibadah”. Melalui khotbah ini, jemaat diajak memahami bahwa pekerjaan sehari-hari bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari ibadah kepada Tuhan.
Pada sore harinya, pukul 17.00, diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dipimpin oleh Pdt. Armin dengan tema “Bersyukur” dari kitab Mazmur. Suasana KKR berlangsung penuh semangat dan syukur, jemaat diajak menyadari pentingnya memiliki hati yang senantiasa berterima kasih kepada Tuhan dalam segala keadaan.







